Kembali ke...

Monday, 15 December 2014

ERSA SASMITA


HAIKU DAN KESEDERHANAAN
Sebagai bagian dari karya sastra, menurut saya, Haiku pun tak bisa dilepaskan dari unsur metafora dan majas lain di dalamnya; karena karakteristik sebuah karya sastra bersifat ambigu. Kata-kata dalam karya sastra jelas berbeda dengan penulisan berita yang umumnya bersifat langsung, apa adanya; karena mengedepankan fakta. Dalam karya sastra, termasuk Haiku tentunya, kita diharuskan belajar menangkap makna pesan yang ingin disampaikan penyairnya. Akan tetapi, sebaiknya tetap diingat kekuatan Haiku adalah kesederhanaannya. Inti bekarya sastra memang kebebasan, namun jangan diartikan anda bisa menulis metafora yang sulit, susah dimengerti dan merasa sebagai karya hebat. Bila itu yang anda lakukan, sebenarnya anda tengah masuk dalam istilah apa yang disebut Kang Diro sebagai diksi sesat; yaitu diksi yang tak bisa diterima logika. Belajarlah bagaimana Matsuo Basho dengan sangat sederhana menghadirkan metafora dalam "kolam tua". Kolam dibandingkan dengan sesuatu benda yang kuno karena termakan usia. Ini sebuah metafora karena dalam bayangan kita tergambar bentuk kolam yang mungkin berlumut, dan tembok-tembok terkelupas. Hal lain yang juga harus diperhatikan, sebuah haiku sebenarnya menghadirkan dua peristiwa/kejadian, yang terpisah. Bila anda perhatikan, dua baris awal haiku saling berkaitan; sedangkan baris ketiga merupakan situasi terpisah, cenderung merupakan kesimpulan, seakan menarik ke luar pembacanya dari peristiwa sebelumnya. Sebagai contoh, saya kutip haiku terjemahan Kang Diro: meniup batu/ sepanjang gunung asama/ angin musim gugur// Dua baris awal masih saling berkaitan, tapi baris ketiga terpisah dan berdiri sendiri; menjadi kesimpulan dari dua baris sebelumnya. Hal berikutnya, bagi yang suka menulis haiku dengan Kigo( kata-kata yang berkaitan dengan 4 musim), sebaiknya mengerti Kigo bisa terbagi 2, yaitu kigo besar dan kigo kecil. Kigo besar berkaitan dengan musim. Di Indonesia, kita mengenal kigo hanya 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Kigo kecil berkaitan dengan waktu sehari-hari. Misalnya, bila kita menyebut bulan; itu berkaitan dengan kigo malam hari. Begitu pula, bila menyebut embun, itu berkaitan dengan kigo pagi hari sebelum terbit matahari. Matahari adalah gambaran kigo siang hari sampai sore, sebelum terbenam. Binatang pun bisa termasuk kigo. Bila menyebut kalelawar atau lelawa, itu termasuk kigo malam; karena kalelawar merupakan binatang nokturnal yang keluar sarang dan mencari makan pada malam hari.
...........
MENULIS SENRYU
Serupa Haiku, Senryu pun merupakan puisi pendek asal Jepang dengan pola tipografi yang sama pula; yaitu 5,7,5. Yang membedakannya, Senryu tidak harus bicara tentang musim; melainkan lebih banyak berisi tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan manusia, misalnya satir tentang masyarakat, status sosial dan pekerjaan. Bisa dikatakan, Senryu ditulis sebagai potret kehidupan manusia secara karikatural. Banyak penulis Senryu yang keliru menafsirkan teknik menulis Senryu; dengan anggapan Senryu dibuat semata menghadirkan unsur humornya. Padahal, ada sisi serius dari Senryu, yaitu mengekspresikan penderitaan dan kemalangan hidup manusia dengan cara karikatural.
Contoh Senryu yang paling terkenal adalah karya Karai Hachiemon(1718 - 1790), yang dikenal sebagai Karai Senryu:
(Pekerjaan)
Kerjanya kini
menghitung bulu hidung
dari tuannya
(Hidup Manusia)
Hidup sendiri
kalau terdengar kentut
tak ada lucunya
(Rumah Tangga)
Sosok suami
yang takut dengan istri
menghasilkan uang
(Kehidupan Sosial)
Sosok pencuri
saat kubantu tangkap
anakku sendiri
(Terjemahan disesuaikan dengan pola 5,7,5)
Dari sini tergambarkan perbedaannya: bila Haiku lebih memerlukan pengendapan dan perenungan, Senryu hadir lebih luwes dan lebih menekankan sisi kehidupan manusia sehari-hari, dengan gaya karikatural.
Disarikan dari:
1. Jendela Haiku Heru Emka: Apakah Senryu?
2. Puisi Jepang


/1/
Tangis teratai
Katak melompat pergi
Ke lain kolam

/2/
Gumpalan hitam
Menutup sungai langit
Kan datang badai

/3/
Di musim semi
Sakura merekah indah
Senyuman dara


Jangan mengganggu!
bentak bunga ke kumbang:
pacarku kupu-kupu


Hidup manusia
seruwet menguraikan
benang yang kusut 


Tenanglah ombak
laut ingin bercumbu
dengan perahu 


Sepasang angsa
bercumbu dalam danau
lukisan cina 


 

/1/
Segelas kopi
bertabur gula senyum
suguhan istri
/2/
Alangkah sejuk
berbaring di rumputan
berkipas angin

 .

Lelah bersiul
angin memilih bercanda
dengan tengkukmu



Butiran embun
menghias tubuh pagi
sebelum pecah
.
Top of Form
Di pasir putih
jejak camar menghilang
tembang melirih


Hewan nokturnal
gerilya malam hari
kena insomnia

Sehabis hujan
katak bernyanyi riang
teratai layu

Wajah si sombong
baru terlihat ramah
dengar pujian

.
Sejauh pergi
bukan bekal kubawa
tapi senyummu

.
#‎Senryu‬
Cantik rupawan
kugoda dengan siul
tahunya besan
 .
 Kumpulan kijang
secantik dayang ratu
dalam istana
.
#‎Senryu‬
Di saat hujan
istri pun ikut bahagia
dapat tempias
.
Seperti embun
kecantikan wanita
indah sesaat
.
Jangan dipetik!
indah mawar terlihat
saat merekah
.
Misal tersesat
ikutlah cahaya bintang
pendar mataku
.
Menghitung kerut
sudah cukupkah bekal
pulang pada-Mu
.
Ada yang tertinggal
gerimis pagi hari
basahi bantal
.
#‎Senryu‬
Barongsai naga
dituntut ke polisi
membakar rumah
.
Seulas senyum
memeta dalam jiwa
bunga tidurku
.
Manusia sombong
kata tinggi melambung
dalamnya kosong
.
#‎Senryu‬
Sungguh gembira
gadis cantik memanggil
ternyata taksi
.
#‎Senryu‬
Kepala botak
ingin digosok pedagang
mirip batu akik
.
Tak ada kicauan
hutan hatiku sunyi
sejak kau pergi
.
Kedua matamu
bersinar dalam gelap
di ruang mimpi
.
Di bingkai hati
tak kulepas fotomu
menjadi sepia
.
#‎Senryu‬
Kepala gundul
Ekosistem rambut rusak
Disangka topas
.
Jalanan purba
kelak aku melewatinya
menuju sunyi
.
Bukannya ucapan
memberi penuh cinta
dengan jiwaku
.
Butiran embun
hadirkan keindahan
sebelum fana
.
Detak jantungku
berlari lebih cepat
lihat senyummu
.
Di luas langit
segala tak terduga
hati pun sama
.
Cahaya lilin
pada akhirnya akan mati
serupa hidup
.
Istri halangan
depan cermin kulihat
jerawatku tumbuh
.
#‎Senryu‬
Habis bertengkar
Kubelikan istri emas
senyumnya balik
.
#‎Senryu‬
Diputus pacar
Dara tidak ubahnya ayam
menelan karet
.

Sepasang burung
Lintasan kawat listrik
Desing peluru
.
Jalan berkabut
kuda-kuda berlari
fatamorgana
.
Dingin merayap
ranjang berubah hangat
Kuda berpacu
.

#‎Senryu‬
Kunti mengadu
di pagelaran wayang
dirogoh dalang

Malam berlabuh
mimpi mulai berlayar
kau di dalamnya

#‎Senryu‬
Semenjak kecil
sampai tumbuh dewasa
terus menyusu

Saat becermin
istri pun baru tahu
suami vampir

#‎Senryu‬
Sore bertengkar
malam kembali mesra
pagi kerokan

Siswi bergincu
aku ingat para badut
mereka sama



 #‎Senryu‬
Gunung dan lembah
mendaki naik turun
membawa tongkat

#‎Senryu‬
Sungguh kau cantik
tapi bagus ke dokter
operasi plastik

#‎Senryu‬
Stop kau bernyanyi
suaramu amat indah
telingaku tuli

Gugusan bintang
beberapa kucuri
tabur di mimpi

kamar pengantin
percakapan merendah
desah yang gaduh

Wajah Jakarta
keruh Kali Ciliwung
hampir serupa

#‎Senryu‬
Merindu surga
kucing jantan menggigit
tengkuk betina

Di keindahan
tersembunyi bahaya
tangkaian mawar

Di musim salju
bahkan beruang kutub
butuh selimut

Dalam tidurnya
lihat anakku tersenyum
bersua kembaran

Sketsa lukisan
dua burung berpasangan
tidak diriku

Langit kupandang
pucat hitam berkabut
warna hatiku

#‎Senryu‬
Istri curiga
suami ngigau sebut
wanita lain

Akulah musafir
tak pernah beralamat
rumahku di alam

Pergi berperang
kuda bawa tubuhku
hatiku tinggal

#‎Senryu‬
Saat becermin
aku merasa arjuna
cerminnya pecah

#‎Senryu‬
Istriku gendut
disebut karung beras
tak apa, kucinta

‪#‎Senryu‬
Musim berburu
teman-teman ke hutan
aku, Biro Jodoh

#‎Senryu‬
Diputus pacar
Dara tidak ubahnya ayam
menelan karet

#‎Senryu‬
Istri halangan
depan cermin kulihat
jerawatku tumbuh

Cahaya lilin
pada akhirnya akan mati
serupa hidup

Di luas langit
segala tak terduga
hati pun sama

Detak jantungku
berlari lebih cepat
lihat senyummu

Hujan cemburu
Saat mentari senja
Cumbu pelangi

Butiran embun
hadirkan keindahan
sebelum fana

Bukannya ucapan
memberi penuh cinta
dengan jiwaku

Jalanan purba
kelak aku melewatinya
menuju sunyi

‪#‎Senryu‬
Kepala gundul
Ekosistem rambut rusak
Disangka topas

Di bingkai hati
tak kulepas fotomu
menjadi sepia

Kecupan kening
tak kaubutuh rayuan
seusia kita

#‎Senryu‬
Tertangkap zinah
dua pelaku diarak
ampun istriku

Kedua matamu
bersinar dalam gelap
di ruang mimpi

Tak ada kicauan
hutan hatiku sunyi
sejak kau pergi

#‎Senryu‬
Kepala botak
ingin digosok pedagang
mirip batu akik

#‎Senryu‬
Sungguh gembira
gadis cantik memanggil
ternyata taksi

Diamlah katak
biarkan malam hening
jangkrik bercumbu

Manusia sombong
kata tinggi melambung
dalamnya kosong

Sepasang burung
Lintasan kawat listrik
Desing peluru

Jalan berkabut
kuda-kuda berlari
fatamorgana

Dingin merayap
ranjang berubah hangat
Kuda berpacu

Dingin merayap
ranjang berubah hangat
Kuda berpacu

Tanpa pelita
Dalam kamar terlihat
Pendar matamu

Mereka tertawa
batinku bagai hutan
tak berpenghuni

Katak yang sombong
merasa paling gagah
dicirit burung

Aku dan bulan
Bercakap dalam diam
Ceracau duda

#‎Senryu‬
Kupakai sarung
Bersiap Sunah Rasul
Istri halangan

Sunyi di luar
Dalam dadaku gaduh
Orkestra rindu

#‎Senryu‬
Kumbang terkecoh
Mawar indah dalam vas
Buatan pabrik

#‎Senryu‬
Istri tertidur
Aku masih terbayang
Sepasang gunung

Janganlah sombong
Hidup serupa sungai
Berujung takdir

Kupinang kamu
Bermahar cinta setia
Dengan bismillah

#‎Senryu‬
Mengagumi Messi
Berlatih giring bola
Ke gawang istri

Taklim mengalun
Mengisi rongga jiwa
Malam menangis

Kerutmu nampak
Rambut tak legam lagi
Mamaku sayang

Jemari ibu
Membelai kepalaku
Cinta tak putus

#‎Senryu‬
Kucing berisik
Kukunci pintu kamar
Giliran kami

Aku makrifat
Berguru kepada-Mu
Dzat yang Maha


 #‎Senryu‬
Istriku hamil
Kami jalan bersama
Balapan perut


Wajah manismu
Dalam sungai mimpiku
Timbul tenggelam

#‎Senryu‬
Abah dan ambu
Riang menggendong cucu
Aku? Mamanya

‪#‎Senryu‬
Petugas ronda
Memukul-mukul kentong
Istri membelai

#‎Senryu‬
Anakku tanya
Lahirnya dari mana
Surga di dunia

Siapa kamu
Mata susah terpejam
Ingat senyummu

Bulan mengintip
Sepasang angsa mesra
Di danau haiku

Kucing tertidur
Tikus bebas bermain
Satpam tak dinas

#‎Senryu‬
Aku bernyanyi
burung serempak terbang
bayi menangis

#‎Senryu‬
Pergi berburu
teman bawa senapan
aku pistol air

Dengkurmu halus
Ranjang basah keringat
Pesumo gulat

Meledak tangis
Allah meniup nyawa
Anakku lahir

Senja bertandang
Kawanan burung terbang
Pesawat tempur

Setangkai mawar
Sekecup cium kening
Sambut pagimu

Secangkir kopi
Seulas senyum istri
Pagi merekah

Sepi merayap
Dinding kamar menggigil
Dibekap rindu

Cahaya bintang
Aku ingin memetik
Hias matamu

#‎Senryu‬
Kaki belalang
Ingat peragawati
Sama jenjangnya

Deras mengalir
Rindu. Mencium kabah
Rumah suci-Mu

Dalam jiwaku
Gelap, Engkau menyala
Cahya abadi

‪#‎Senryu‬
abah nan genit
ambu mengasah pisau
terong dicacah

Jongkok sarungan
abah mandikan ayam
manuk lonjoran

‪#‎Senryu‬
Pinggul bergoyang
hasrat ingin menggoda
istri sendiri

Desember pamit
berbaju koyak-koyak
tahun bencana

#‎Senryu‬
Di malam jumat
mertua mengetuk pintu
mengajak ronda

#‎Senryu‬
Malam pengantin
tubuhmu aroma bunga
alergiku kambuh

#‎Senryu‬
Abah memanjat
Ambu senyum melihat
Kelapa pentil

Bentang sajadah
Sujud fardhu padaMu
Tegak Alif-Mu

#‎Senryu‬
Menimang cucu
Sarung abah merosot
Perkutut manggung

Terompet nyaring
Langit berhias kembang
Sampah berserak

Kepompong sobek
Kupu muda menghiasi
Kalender luka

#‎KoKu‬ 1
Langit semarak
borjuis pesta mewah
rakyat nelangsa

Kucing bergelut
Tulang ikan terlupa
Disrobot tikus

Di medan perang
peluru berdesingan
ingat kekasih

Alun seruling
Gadis di lembah sunyi
Meronce rindu



Malam Halloween
Rombongan setan lapor
Pakaian hilang


Nenek merengek
Cucunya naik andong
Ingin ikutan


‪#‎Senryu
Kakek tertawa
Giginya tak bersisa
Si bayi tua

Pinggiran desa
Rombongan itik pulang
Tentara baris

Kicauan murai
Cahya mengusir kabut 
Pagi merekah
 
Kecil dimanja
Ditimang penuh sayang
Besar membantah



Malam gerimis
Kita sepasang kucing
Saling berpagut























No comments:

Post a Comment