Kembali ke...

Friday, 19 December 2014

Kumpulan Haiku Sudiyanto Admipro




Buka wajahmu
Anugrah tiap bentuk
Nah bersyukurlah

‪#‎Senryu‬
Bulan Memerah
Birahi sentuh otak
Masih Puasa


Cumbui bulan
Kejar kunang Kunang 
Lelah berdua


Hujan menggigil
Tak reda dari pagi
Ujang Murungkut
  

Wajahmu cantik
Cerdas dan idealis
Susah jodohmu

Luka tapakku
Mukena putih kotor
Bu aku telat

Malam namamu
kupinta pada karib
Hadiah '.tukmu
Tertiup duka
Itukah tanda salammu
Met jalan sitor

pagi menderu
Burung terusir Stoum
Menyimpan marah

Tuhan menegur
Pocong gugat manusia
Berdelik sumpah

   Tangan dibibir
Kamu sangat cantik deh
Lho kok suing sih

Tak seksi lagi
Pipimu ada kriput
Tetap kucinta

HAIKU Tri Kusumawati 
di musim dingin
burung-burung migrasi
sakura runtuh

‪#‎SenRyu‬#
Mata menyipit
Jari siap menjepit
Tangis menjerit

   


Meracun kata
Pedang fitnah dihunus

Otak membusuk


Mengintip hujan

Bulan terjaring awan

Aku menggigil

Petir Bersahut

Gosipin Dosa Insan

Hujan mendera

Detikmu mistik

Meski terasa angkuh

Aku tertunduk


Aku berenang
Di airmatamu bu
Rasai duka


MENIKMATI YANG HALAL
Malam tersipu
Menyusuri tubuhmu
Tuhan tersenyum

Keringat basah
Malaikat berjajar
Setan terhalang

Menjejak Bulan
Detik lukai Angka
Memetik hidup


Melihat langit
Mendung dikepalaku
Jadilah Haiku


Rajut pintaMU
Waktu menusuk kaki
ahk lewat lagi


Udara busuk
dimulut politikus
Aroma lumpur
Sudiyanto Admipro


Toek Denok Indriyaty Pramesty
Gerisik bambu
Mencari bayang sunyi
Ahk di bulankah ?


Menjamu jemu
Meramu bentuk bintang
Merangkai wajah



Menjamu jemu
Meramu bentuk bintang
Merangkai Wajah
Like ·  ·  · 6


Sepi mencubit
Saat lelah mereda
Ruangku sepi


Maunya Lama
Tapi Waktu memanggil
rehat sejenak
L

Engkau tebas
Ilalang yang kan Tumbuh
Ia Meradang


Kang Soni Farid Maulana Mugia Berkenan


Kang Yusef Sibuk
Duh Komputer nya lemot
Rambutnya Rontok


Takut Graphisnya keduluan sama bang Diro Aritonang punya Meycha Cutez diduluin aja sama saya ....Bang Diro aritonang suka Inisiatipnya melebihi bayangannya.......Wakakakakakaakak


Pagi berkicau
Oh para burung Haiku
Masih berbelek


Bulan yang Putih
Berhambur suka kita
Pecahkan sepi


Sang Angin Marah
Daun tak gemerisik
Menghantam gedung


Keserakahan
kulenyap dimatanya
KarenaMU


Bumi memerah
Saat cinta berdarah
Atas namaMU
Bermacam mashab
Buat sujudku rapuh
Tasbihku lepas
Butiran tasbih
Menggelincirkan Rohku
KAMU Meredup
MU didalamKu
Mengajak selami hati
Pada Nurani


Memanggil kantuk
tak beranjak disunyi
senyapkan kata


Tak hujan kini
malam nelayan riang
menuju bintang


kukecup malam
Hingga kantuk sembunyi
diriuh kata


Batu menangis
Airmata berdarah
Ibu terluka


Kakang Hikmat Gumelar Moga Berkenan Ilustrasi dibuat begini


Haiku Buat Faris El Hakim
Maafkan aku
Salah menabur Pupuk
Moga tak limbung





Tak ada bulan
Langit Merah bakar hati
oh bunga kering



Mimpi bermimpi
Bangun terbangun hening
Masih disini


Layu matamu
Mengalir airmata
Biar kureguk

Cipedes
Bayang duh rindu
candaan berkelebat
ada yang pergi
...See More

Duh peuting jumat
Jomblo karunyak Gusti
Puasa Wae

Teh Yuyu Ydw Mugia berkenan

Ilustrasi Haikku punya Ponakanku Nu geulis Agustina Kusuma Dewi

PENYANYI SAWERAN
Kutang Hilang oh
Ada uang belanja
diselip abang



Haikku Pun lanceuk sederhana, nu biasa na imaji na liar, Yusef Muldiyana

99
Melambai janur
Dua jempol bersatu
Yuk saling jaga


Kutantang Hujan
Meski akhir mengalah
pada KomaMU


Ular betina
Menjilati leherku
Lupa kan Bisa

Mencari kunci
tuk membukamu hati
Tak kutemui
.
Sepasang burung
1 ditembak pemburu
1 bunuh diri

Bergulir pagi
Hangat memacu asa
Memanah mimpi

Haikku tuk putra putraku


Bung Tomo
Pekik menggema
Merdeka atau Mati
Gemetar lawan

Di tanah suci
Raga istirah panjang
Dimuliakan

Otak berkotak
Panas bakar se kota
Kita terkapar

Meniti cinta
Duka biarlah duka
Jadi mainan

Secangkir kopi
berita penuh darah
pagi kelabu

Rembulan pucat
Bibir tawarkan nafsu
Nasi anakku

Dosa terbuka
sajadah saksi bisu
Malam menghujam

Doa melayang
Nuju arah berdesak
Sampaikah ia ?

Hujan berduka
Tenggelam Baris rumah
Bau sampahmu


biarlah senyap
menguliti kalimat
hingga bermakna

Sapa menyapa
rindu merindu kekal
berjodoh kita ?

dekat mendekat
Kulum mengulum satu
Mabuk kepayang

Anak beranak
gugat menggugat tanya
mana ayahku ?

Nyandung Padungdung
Jikan Humarurung
ahk teu jadi ahk

Buta membuta
Maki serapah, penat.
benar sendiri

Udara Penat
Curiga hitam pekat
Tumpah memerah

Ku butuh sunyi
Biar hati bicara
Tentang DiriMU

Semua Asa
harus bergerak maju
menahan luka



ata berkata: jika tak bermakna diam, katanya
Maknanya tak berjiwa lelah, lirihnya
huruf-huruf jatuh berserakan di lantai tak jadi apa apa

Siapakah itu dibalik sepi
bayang yang menyesali benci
Ahk ternyata aku yang tak berlari

Mari kita berpesta 
Juga yang papa
Hingga mereka tertawa

Jika saja bulan dan matahari
Saling sombong, saling dahului
Masihkah kita bisa menepuk dada sendiri

Diudara.....disinyal.....penuh kata kata
Aku diam dalam gejolak, disudut meja
Aku ingin berkata dan kerja

Kembali datang embun
Pagi dingin di jalan 
Melaju roda harapan

pagi menderu
Burung terusir Stoum
Menyimpan marah


No comments:

Post a Comment