Buka wajahmu
Anugrah tiap bentuk
Nah bersyukurlah
#Senryu
Bulan Memerah
Birahi sentuh otak
Masih Puasa
Cumbui bulan
Kejar kunang Kunang
Lelah berdua
Hujan menggigil
Tak reda dari pagi
Ujang Murungkut
Wajahmu cantik
Cerdas dan idealis
Susah jodohmu
Luka tapakku
Mukena putih kotor
Bu aku telat
Malam namamu
kupinta pada karib
Hadiah '.tukmu
Tertiup duka
Itukah tanda salammu
Met jalan sitor
pagi menderu
Burung terusir Stoum
Menyimpan marah
Tuhan menegur
Pocong gugat manusia
Berdelik sumpah
Tangan dibibir
Kamu sangat cantik deh
Lho kok suing sih
Tak seksi lagi
Pipimu ada kriput
Tetap kucinta
HAIKU Tri Kusumawati
di musim dingin
burung-burung migrasi
sakura runtuh
#SenRyu#Mata menyipitJari siap menjepitTangis menjerit
Meracun kata
Pedang fitnah dihunus
Otak membusuk
Mengintip hujan
Bulan terjaring awan
Aku menggigil
Petir Bersahut
Gosipin Dosa Insan
Hujan mendera
Detikmu mistik
Meski terasa angkuh
Aku tertunduk
MENIKMATI YANG HALAL
Malam tersipu
Menyusuri tubuhmu
Tuhan tersenyum
Keringat basah
Malaikat berjajar
Setan terhalang
Menjejak Bulan
Detik lukai Angka
Memetik hidup
Udara busuk
dimulut politikus
Aroma lumpur
Sudiyanto Admipro
Maunya Lama
Tapi Waktu memanggil
rehat sejenak
Engkau tebas
Ilalang yang kan Tumbuh
Ia Meradang
Takut Graphisnya keduluan sama bang
Diro Aritonang punya
Meycha Cutez diduluin aja sama saya ....Bang Diro aritonang suka Inisiatipnya melebihi bayangannya.......Wakakakakakaakak
Pagi berkicau
Oh para burung Haiku
Masih berbelek
Bulan yang Putih
Berhambur suka kita
Pecahkan sepi
Sang Angin Marah
Daun tak gemerisik
Menghantam gedung
Bumi memerah
Saat cinta berdarah
Atas namaMU
Bermacam mashab
Buat sujudku rapuh
Tasbihku lepas
Butiran tasbih
Menggelincirkan Rohku
KAMU Meredup
MU didalamKu
Mengajak selami hati
Pada Nurani
Memanggil kantuk
tak beranjak disunyi
senyapkan kata
Tak hujan kini
malam nelayan riang
menuju bintang
kukecup malam
Hingga kantuk sembunyi
diriuh kata
Batu menangis
Airmata berdarah
Ibu terluka
Tak ada bulan
Langit Merah bakar hati
oh bunga kering
Layu matamu
Mengalir airmata
Biar kureguk
Duh peuting jumat
Jomblo karunyak Gusti
Puasa Wae
PENYANYI SAWERAN
Kutang Hilang oh
Ada uang belanja
diselip abang
99
Melambai janur
Dua jempol bersatu
Yuk saling jaga
Kutantang Hujan
Meski akhir mengalah
pada KomaMU
Ular betina
Menjilati leherku
Lupa kan Bisa
Mencari kunci
tuk membukamu hati
Tak kutemui
Sepasang burung
1 ditembak pemburu
1 bunuh diri
Bergulir pagi
Hangat memacu asa
Memanah mimpi
Bung Tomo
Pekik menggema
Merdeka atau Mati
Gemetar lawan
Di tanah suci
Raga istirah panjang
Dimuliakan
Otak berkotak
Panas bakar se kota
Kita terkapar
Meniti cinta
Duka biarlah duka
Jadi mainan
Secangkir kopi
berita penuh darah
pagi kelabu
Rembulan pucat
Bibir tawarkan nafsu
Nasi anakku
Dosa terbuka
sajadah saksi bisu
Malam menghujam
Doa melayang
Nuju arah berdesak
Sampaikah ia ?
Hujan berduka
Tenggelam Baris rumah
Bau sampahmu
biarlah senyap
menguliti kalimat
hingga bermakna
Sapa menyapa
rindu merindu kekal
berjodoh kita ?
dekat mendekat
Kulum mengulum satu
Mabuk kepayang
Anak beranak
gugat menggugat tanya
mana ayahku ?
Nyandung Padungdung
Jikan Humarurung
ahk teu jadi ahk
Buta membuta
Maki serapah, penat.
benar sendiri
Udara Penat
Curiga hitam pekat
Tumpah memerah
Ku butuh sunyi
Biar hati bicara
Tentang DiriMU
Semua Asa
harus bergerak maju
menahan luka
ata berkata: jika tak bermakna diam, katanya
Maknanya tak berjiwa lelah, lirihnya
huruf-huruf jatuh berserakan di lantai tak jadi apa apa
Siapakah itu dibalik sepi
bayang yang menyesali benci
Ahk ternyata aku yang tak berlari
Mari kita berpesta
Juga yang papa
Hingga mereka tertawa
Jika saja bulan dan matahari
Saling sombong, saling dahului
Masihkah kita bisa menepuk dada sendiri
Diudara.....disinyal.....penuh kata kata
Aku diam dalam gejolak, disudut meja
Aku ingin berkata dan kerja
Kembali datang embun
Pagi dingin di jalan
Melaju roda harapan
pagi menderu
Burung terusir Stoum
Menyimpan marah
No comments:
Post a Comment