Kembali ke...
▼
Embie C Noer
saat kau pagi
dinginmu kau tinggalkan
pada siapa
Ada yang pergi
Tak sempat berpamitan
Abadi teman
malam kelabu
kucing terlelap mimpi
istana tikus
Gendut dan kurus
Senam pagi bersama
Ada salaknya
Senam pagi gi
Nya ompong pake senyum
Aduh manisnya
Sarapan pagi
Lauknya matahari
Mulutnya gosong
Kekasih hujan
Malam dan kepalsuan
Air menangis
Di ubun terik
Bayanganku terinjak
Pantang menyerah
Makin berduri
Ruang gelap berantai
Api mendidih
Cangkir teh tua
Buku harian ayah
Dalam tembakau
Kelopak senja
Suka pun duka pulang
Nina berangkat
tetesan hujan
payung menari nari
hati terpana
Langit langitku
Gelap berlidah lidah
Tuhan dikunyah
Buat kelapa
Pontang panting ke harta
Hati membatu
Fikiran pagi
Cairan perebutan
Ke tanah jua
Di rumah cinta
Daun saling menyapa
Harum orangnya
Sarapan pagi
Surya di jendela
Kota tergesa
Gang gelap sempit
Genangan air hujan
Tak ada nasi
Si batu akik
Dibolak dan dibalik
Hatimu jua
penyair aksi
menulis kumis palsu
di payudara
Jalan berlenggok
Mata jalang melohok
Lobang galian
tong kosong bunyi
otak tahu di puja
apa makannya
segelas biru
percakapan kekasih
memaku waktu
Perahu lepas
Bunga teratai diam
Langit di bawah
liburan burung
di padang kuning jagung
senapan angin
seorang orang
merintih kesepian
di tempat sunyi
Di perempatan
Menunggu keputusan
Sampai selesai
Saat bermimpi
Mata siapa itu
Yang melihatku
Jiwa tersangka
Ragu bertalu-talu
Lipatan harta
pasfoto lama
senyum hilang di album
bukan berpisah
Di lobang jarum
Aku duduk sendiri
Merindu ibu
Rumah sepatu
Tempat kekecewaan
Disembunyikan
Larutan bimbang
Lautan keraguan
Hanyut menjauh
Cinta digoreng
Patut dipertanyakan
Apa bapaknya
Jakarta hujan
Airnya dari langit
Rasanya enjoy
Menara swara
Menggelincirkan bumi
Para pekerja
Se ekor lalat
Di sisa makan malam
Tanpa rembulan
Sepatu sandal
Tinggal lama serumah
Tak saling kenal
ada di bukit
hamparan kesepian
menunggu hujan
Bukan pot bunga
Kepalan tangan batu
Jangan berpaling
Jubah pujangga
Kerongkongan pekerja
Kata binasa
Kepala palu
Roda cerobong asap
Kuburan buruh
Klik bukanlah klak
Kalau klak menjadi klik
Hati merana
No comments:
Post a Comment