Kembali ke...

Thursday, 29 January 2015

Bu Emma

 

 

Pandangi wajah
Sukma tak sentuh tulus
Kemunafikan

Aduan malam
Pasrah diri Sang Maha
Simbahi wudhu

Seruak pagi
Rengkuh merindu kalbu
Tarian Bali

Bara amarah
Menjalar lidah api
Rakyat sengsara

Jelang meredup
Kuncup hati memekar
Laksana kala

Panjatkan doa
Penuh harap merasuk
Sembahyang dhuha

Ingin kucontoh
Kisah di rumah cinta
Apakah bisa?

Sepenggal asa
Meraup hasrat cita
Terbujur kaku

Pohon bersaksi
Kesetiaan bunda
Di rumah cinta

Ruh gentayangan
Terpancar kasih sayang
Di rumah cinta

Bongkahan hujat
Tak kunjung kesudahan
Raba nurani

Sabar dan diam
Doa akan terangkat
Hingga ke langit

Tafakur diri
Tuk ketetapan hati
Baca SabdaMU

Tersirat lugu
Berulah sangat cerdik
Bagai kelinci

Jeritan kalbu
Mengusikkan kenangan
Kasih sejati

Geliat hati
Menyentuh kerinduan
Nun jauh sana

Aktif menghardik
Tatih ambisi diri
Panas negeri

Berfikir jernih
Sentuh sukma nan lembut
Tatap di hati

Look with this clear heart
Feel with the softness of right thingking
Think with clear and sharp

Gejolak rindu
Menelisiki hati
Tak mau henti

Berjalan gontai
Suaramu yang parau
Ayah tercinta

Penghujung malam
Berserah diri pada
Illahi Rabbi

Temu sang guru
Di haikuku setelah
Tahun berlalu 
‪#‎Kang Yusef Muldiyana#

\\\

 

Rindu tak balas
Hanya impian semata
Alammu baqa

Kasih yang patah
Lemah tidak berdaya
Di jemput maut

Gelora rindu
Untukmu di nirwana
Lantunan doa

Deraan caci
Bergulir nan bertubi
Berdiam diri

Sarat amarah
Jadikan buta rasa
Mengusap dada

Benarnya salah
Apalagi salahnya
Selalu salah

Belahan jiwa
Kau semata wayangku
Ananda saying

Simbah keringat
DIkayuh kuat kuat
Penarik becak

Kerutmu nampak
Rambut tak legam lagi
Mamaku saying

Tatapan nanar
Kasat hati yang ragu
Kelu berucap

Rejamnya rindu
Temaram Uluwatu
Hati membeku

Pulau Dewata
Kemas cerita cinta
Sepanjang masa

Burung benyanyi
Sambut pagi yang seri
Hangat mentari

Cerita pillu
Menari direlungku
Terkikis waktu

Balutan rindu
Bergelora dijiwa
Sewindu sirna

Ceudeum haleungheum
matak lalewang keueung
Tur hujan ageing

Terpatri janji
PadaMu Ya Illahi
Berserah diri

Terbang nan jauh
seiiring hati rapuh
tak ada ampuh

asa berlalu
rindu yang terbelenggu
jerit mendayu

Kala mentari
menyoroti negeri
eloknya pagi

Kutatap langit
sinar bintang berseri
pertanda hati

saat gulita
merambah asa hati
berbunga rasa



No comments:

Post a Comment