Kembali ke...
▼
Bu Emma

Pandangi
wajah
Sukma tak sentuh tulus
Kemunafikan
Aduan
malam
Pasrah diri Sang Maha
Simbahi wudhu
Seruak
pagi
Rengkuh merindu kalbu
Tarian Bali
Bara
amarah
Menjalar lidah api
Rakyat sengsara
Jelang
meredup
Kuncup hati memekar
Laksana kala
Panjatkan
doa
Penuh harap merasuk
Sembahyang dhuha
Ingin
kucontoh
Kisah di rumah cinta
Apakah bisa?
Sepenggal
asa
Meraup hasrat cita
Terbujur kaku
Pohon
bersaksi
Kesetiaan bunda
Di rumah cinta
Ruh
gentayangan
Terpancar kasih sayang
Di rumah cinta
Bongkahan
hujat
Tak kunjung kesudahan
Raba nurani
Sabar dan
diam
Doa akan terangkat
Hingga ke langit
Tafakur
diri
Tuk ketetapan hati
Baca SabdaMU
Tersirat
lugu
Berulah sangat cerdik
Bagai kelinci
Jeritan
kalbu
Mengusikkan kenangan
Kasih sejati
Geliat
hati
Menyentuh kerinduan
Nun jauh sana
Aktif
menghardik
Tatih ambisi diri
Panas negeri
Berfikir
jernih
Sentuh sukma nan lembut
Tatap di hati
Look with
this clear heart
Feel with the softness of right thingking
Think with clear and sharp
Gejolak
rindu
Menelisiki hati
Tak mau henti
Berjalan
gontai
Suaramu yang parau
Ayah tercinta
Penghujung
malam
Berserah diri pada
Illahi Rabbi
Temu sang guru
Di haikuku setelah
Tahun berlalu #Kang Yusef Muldiyana#
\\\
Rindu tak
balas
Hanya impian semata
Alammu baqa
Kasih yang
patah
Lemah tidak berdaya
Di jemput maut
Gelora
rindu
Untukmu di nirwana
Lantunan doa
Deraan
caci
Bergulir nan bertubi
Berdiam diri
Sarat
amarah
Jadikan buta rasa
Mengusap dada
Benarnya
salah
Apalagi salahnya
Selalu salah
Belahan
jiwa
Kau semata wayangku
Ananda saying
Simbah
keringat
DIkayuh kuat kuat
Penarik becak
Kerutmu
nampak
Rambut tak legam lagi
Mamaku saying
Tatapan
nanar
Kasat hati yang ragu
Kelu berucap
Rejamnya
rindu
Temaram Uluwatu
Hati membeku
Pulau
Dewata
Kemas cerita cinta
Sepanjang masa
Burung
benyanyi
Sambut pagi yang seri
Hangat mentari
Cerita
pillu
Menari direlungku
Terkikis waktu
Balutan
rindu
Bergelora dijiwa
Sewindu sirna
Ceudeum
haleungheum
matak lalewang keueung
Tur hujan ageing
Terpatri
janji
PadaMu Ya Illahi
Berserah diri
Terbang
nan jauh
seiiring hati rapuh
tak ada ampuh
asa
berlalu
rindu yang terbelenggu
jerit mendayu
Kala
mentari
menyoroti negeri
eloknya pagi
Kutatap
langit
sinar bintang berseri
pertanda hati
saat
gulita
merambah asa hati
berbunga rasa
No comments:
Post a Comment