Kembali ke...
▼
Ima Emaknya Alif

Sebanyak
padi
Bulan mengintip malam
Menunggu purnama
Jalan
menggigil
Mantel nyangkut di awan
Jiwa terkuras
Selepas
hujan
Cahaya harum daun
Manusia pun tumbuh
Di balik
rimba
Jangkrik di pucuk pohon
Rindu terselip
Salam
nabiku
Di tiap helai rambut
Ku rindu Ibu
Sehelai
daun
Terbang ke atas bukit
Menjemput mimpi
Sejengkal
musim
Ulat di atas daun
Menunggu waktu
Seekor
semut
Terjebak dalam duka
Hutan menunduk
Cahaya
pagi
Menatap wajah ibu
Ku ingin pulang
Desing
kereta
Perempuan berjejal
Langkahkan mimpi
Aroma
randu
Nektar luluhkan lebah
Bumi berpesta
Di ujung
langit
Ku curi bahagia
Denyut kereta
Desing
kereta
Membelah rumah-rumah
Sisa jejakmu
Menjelang
pagi
Menangkap rahmat hidup
Degup di pasar
Di dalam
rahim
Tangisan dibalut kain
Anaknya korup
Selepas
malam
Bintang berkicau riang
Pelukan Tuhan
Di ujung
nadir
Ilalang membelah bulan
Menjinjing senja
Semacam
cinta
Menggula pada kata
Larutlah aku
Seribu ibu
Lari di atas dadu
Menjadi babu
Menjelang
petang
Sayap bapak pun patah
Ibu mematung
Di ujung
langit
Angin membawa pesan
Desau tawamu
Dia
menggiring
Pada sebuah hijrah
Keterasingan
Di balik
luka
Melimpah keindahan
Uluran Tangan
Di ujung
senja
Menetes pada batu
Waktunya pulang
Siul
rumahku
Tongeret susun nada
Menggamit angin
Mukamu murka
Duka sepuluh luka
Bulan kelabu
Mengeluh
kelu
Daratan tengah susut
Menerka waktu
Ku rindu
Bayan
Dalam dawai gitarmu
Pada kunci C
Bulan
menyepi
Perahu bermuara
Ibu merindu
Menyemat
pagi
Langit begini buas
Jantung berdegup
Ladang
terbakar
Jari menggapai langit
Sekalah tangis
Kupu-kupuku
Musim bunga kan tiba
Redalah badai
Redalah
lelah
Dalam jemari Tuhan
Lenyaplah tumor
Semangkuk
soto
Toreh sedikit cinta
Jejakmu, ada
Setangkup
cinta
Dari sahabat hati
Mengusung nyawa
Dukamu
semu
Bahagiamu abadi
Di bumi Tuhan
Di sini
duka
Kau menari di syurga
Bebaslah jiwa
Musim
penghujan
Setiap kata hidup
Sebait haiku
Alam
berguncang
Samudera menggema
Duka bumiku
Dan, satu
tahun
Terlewat sekelebat
Menjumput ribu harap
Langkahkan
kaki
Genggam erat harapan
Meski menipis
Jangan
biarkan
Gelap menyelimuti
Ilmu kuncinya
Untuk
anakku
Mengeja arti waktu
Doa menggebu
Mengolah
Haiku
Mengunyah senyap diri
Bunga pun mekar
Sejumput awan
Beri jiwa bahagia
Di sudut matamu
Semoga kali ini
benar :b
Setelah dapat pencerahan
ini hasil editanya:
Sejumput awan
Beri jiwa bahagia
Rindu menggenggam
Seperti
lalu
Kau di depan pintu
Menagih palu
Sore
mengantuk
Betina berlari
Sepotong ubi gosong
No comments:
Post a Comment