Kembali ke...

Monday, 26 January 2015

Ima Emaknya Alif



 

 Ima Emaknya Alif

Sebanyak padi
Bulan mengintip malam
Menunggu purnama



Jalan menggigil
Mantel nyangkut di awan 
Jiwa terkuras



Selepas hujan
Cahaya harum daun
Manusia pun tumbuh



Di balik rimba
Jangkrik di pucuk pohon
Rindu terselip



Salam nabiku
Di tiap helai rambut
Ku rindu Ibu



Sehelai daun
Terbang ke atas bukit
Menjemput mimpi



Sejengkal musim
Ulat di atas daun
Menunggu waktu



Seekor semut
Terjebak dalam duka
Hutan menunduk



Cahaya pagi
Menatap wajah ibu
Ku ingin pulang



Desing kereta
Perempuan berjejal
Langkahkan mimpi



Aroma randu
Nektar luluhkan lebah
Bumi berpesta



Di ujung langit
Ku curi bahagia
Denyut kereta



Desing kereta
Membelah rumah-rumah
Sisa jejakmu



Menjelang pagi
Menangkap rahmat hidup
Degup di pasar



Di dalam rahim
Tangisan dibalut kain
Anaknya korup



Selepas malam
Bintang berkicau riang
Pelukan Tuhan



Di ujung nadir
Ilalang membelah bulan
Menjinjing senja



Semacam cinta
Menggula pada kata
Larutlah aku



Seribu ibu
Lari di atas dadu
Menjadi babu



Menjelang petang
Sayap bapak pun patah
Ibu mematung



Di ujung langit 
Angin membawa pesan 
Desau tawamu



Dia menggiring
Pada sebuah hijrah
Keterasingan



Di balik luka
Melimpah keindahan
Uluran Tangan



Di ujung senja 
Menetes pada batu 
Waktunya pulang



Siul rumahku
Tongeret susun nada
Menggamit angin



Mukamu murka
Duka sepuluh luka
Bulan kelabu



Mengeluh kelu
Daratan tengah susut
Menerka waktu



Ku rindu Bayan
Dalam dawai gitarmu
Pada kunci C



Bulan menyepi
Perahu bermuara
Ibu merindu



Menyemat pagi
Langit begini buas
Jantung berdegup



Ladang terbakar
Jari menggapai langit
Sekalah tangis



Kupu-kupuku
Musim bunga kan tiba
Redalah badai



Redalah lelah
Dalam jemari Tuhan
Lenyaplah tumor



Semangkuk soto
Toreh sedikit cinta
Jejakmu, ada



Setangkup cinta
Dari sahabat hati
Mengusung nyawa



Dukamu semu
Bahagiamu abadi
Di bumi Tuhan



Di sini duka
Kau menari di syurga
Bebaslah jiwa



Musim penghujan
Setiap kata hidup
Sebait haiku



Alam berguncang
Samudera menggema
Duka bumiku



Dan, satu tahun
Terlewat sekelebat
Menjumput ribu harap



Langkahkan kaki
Genggam erat harapan
Meski menipis



Jangan biarkan
Gelap menyelimuti
Ilmu kuncinya



Untuk anakku
Mengeja arti waktu
Doa menggebu



Mengolah Haiku
Mengunyah senyap diri
Bunga pun mekar



Sejumput awan
Beri jiwa bahagia
Di sudut matamu



Semoga kali ini benar :b



Setelah dapat pencerahan ini hasil editanya:



Sejumput awan
Beri jiwa bahagia
Rindu menggenggam



 



Seperti lalu
Kau di depan pintu
Menagih palu



Sore mengantuk
Betina berlari 
Sepotong ubi gosong



 

No comments:

Post a Comment