/1/
Selepas hujan
Swara lonceng menggema
Daun terjatuh
/2/
Halaman purba
Di samping pohon bodhi
Waktu berhenti
4 Januari 2015:
/3/
Setapak sunyi
Hutan dan pepohonan
Aroma tanah
/4/
Sekejap hening
Mrangkum beratus buku
Lembar terbuka
/5/
#Untuk Sapardi Djoko Damono
Detik berdetak
Yang fana aku, bukan?
Waktu abadi
5 Januari 2015:
/6/
Di dalam hening
Pikiran tak bergeming
Derita sirna
/7/
Malam temaram
Gugusan bimasakti
Mata terpejam
6 Januari 2015:
/8/
Sekali kecap
Suka duka ditelan
Lengkaplah hidup
/9/
Setapak sunyi
Kicau murai di hutan
Senja tenggelam
7 Januari 2015:
/10/
Biar kuseka
Hujan dari matamu
Lihat. Pelangi!
8 Januari 2015:
/11/
Gelap menangkap
Lelap. Di ujung malam
Lelah merebah
/12/
Rangkuman hidup
Tiga kata: semua
Akan berlalu
/13/
Kartunis mati
Atas nama agama?
Nabi berduka
/14/
Hakikat air
Mengalir dalam nadi
Tanah pertiwi
/15/
Argo dwipangga
Gerbong ke lima. Tunggu
Aku di jogja
9 Januari 2015:
/16/
Tarian sufi
Geletak dalam fana
Gembira Rumi
/17/
Di bawah ranjang
Dua pasang sepatu
memanggil Tuhan
10 Januari 2015 :
/18/
Bisik swaraku
Pada gendang hatimu :
Jadilah tenang
/19/
Perempuanku
Pada langkah kakinya
Kutemu surga
11 Januari 2015 :
/20/
Jejak setapak
Riwayat tanah tabah
Menampa duka
13 Januari 2015 :
/24/
Membingkai bangkai
Waktu. Goresan bisu
Dinding wajahmu
/25/
Semburat langit
Teja denyar matamu
Luruh pelangi
/26/
Lelah pelangi
Luruh menyuruk tanah
Nisan tubuhmu
#JalanZen
/27/
suar lelampu
arah pulang pejalan
m'nuju cahaya
/28/
gelap temaram
bayang mara penggoda
para pejalan
/29/
jalan sunyata
akhir segala dukha
sirna kawula
14 Januari 2015 :
/30/
Mengukur waktu
Sulur kambium tunggul
Berabad sepi
15 Januari 2015 :
/31/
Sihir mentari
Hening embun meruap
Menyintas awan
/32/
Ribuan ayat
Jadi mayat dingaben
Dogma mengabu
/33/
#Subud
Gerak nirsadar
Pantomim tanpa jeda
Berserah sungguh
Subconscious motion
Pantomime without respite
Truly surrender
16 Januari 2015 :
/34/
Langit memutih
Kita menua sedih
Terbaring letih
/35/
Bintang tersesat
Seperti kita gelap
Mencari nyala
/36/
Sepasang sendal
Berbincang tentang Tuhan
Di tepi surau
/37/
#AlHallaj
Di kaki bukit
Menyeru rumpun perdu:
Akulah langit
/38/
#herakleitos
Air mengalir
Angin bertiup redup
Hidup berubah
18 Januari 2015:
/39/
Luruhlah diri
Tiada puji caci
Pantas dipatri
/40/
Di bawah langit
Tak ada milik kita
Kembali fana
19 Januari 2015
/41/
Dimana sunyi?
Hanya angin dan hujan
Meredam bunyi
/42/
Tekuni saja
Jalan berliku itu
Senja kan datang
20 Januari 2015
/43/
Memungut detik
Kuncup teratai rekah
Keabadian
/44/
Berlanjut kisah
Lembar baru terbuka
Tulis bukumu
/45/
Tepekur koan
tanya dan jawab hilang
dedaun gugur
21 Januari 2015
/46/
Merangkum bintang
Pada cahaya kunang
Bersinar terang
/47/
Bintang terjatuh
Lesat harap terucap
Menyingsing fajar
/48/
Tak ada jalan
Pun tak ada tujuan
Hakikat dharma
/49/
Menatap dinding
Sembilan tahun bungkam
Masuk satori
/50/
Adakah wajah
Terekam dalam kolam
Bayang purnama
/51/
Liturgi sunyi
Pada gema pertama
Kicau berhenti
22 Januari 2015
/52/
Selongsong debu
Luruh dari matamu
Terbasuh sinar
/53/
Terang tlah datang
Bulir embun terakhir
Diangkat langit
/54/
Menafsir langit
Air udara tanah
Rukun bersama
/55/
Bersama bintang
Berjalan ke selatan
Membaca arah
/56/
Dimana hutan
Tanya sebatang pohon
Di belantara
/57/
Marifat kayu
Berserah pada unggun
Mengabuh abu/ di musim hujan
/58/
Dimana laut
Tanya sebuih air
Dalam samudra
No comments:
Post a Comment